Selasa, 08 Juni 2010

Pengemabaraanku 13 Mei 2010

Aku tak paham tentang keluarga tapi aku paham tentang perempuan. Akankan perempuan dijadikan sebagai sebuah barang yang jika tak indah lagi akan dibuang ke gudang atau mungkin saja diabaikan.
“Ya allah apakah suami hamba nggak cinta dan peduli lagi dengan hamba? Kalau benar beri hamba kekuataan, berikan kebahagiaan buat dia ”
Doa ini aku dengar dari mulut seorang perempuan muda yang telah putus asa tentang rumah tangga mereka. Aku tak bisa berkomentar apa-apa bagiku keluarga ternyata tak segampang yang kita bayangkan. Perlu suatu perencanaan yang matang tidak hanya mengandalkan cinta versi manusia. Cinta manusia kadangkala hanya berdasarkan nafsu atau keinginan untuk saling memiliki. Padahal cinta yang seharusnya dimiliki oleh manusia adalah cinta menuju sebuah cinta yang Maha Teratas.
Keluarga memang tak segampang yang kita kira karena rumah tangga butuh perencanaan yang matang baik dari segi materil yang mengantarkan kita pada sebuah kenyamanan menyembah Zat Yang Maha Tinggi. Rumah Tangga butuh sebuah komitmen kerja keras yang mengantarkan kita pada ketenangan memeluk Zat Yang Maha Penyayang. Keluarga butuh pendidikan yang menjadikan Kecintaan kepadaNya semakin bermakna. Keluarga butuh Segalanya karena segalanya adalah MilikNya.
Aku tak paham tentang keluarga tapi aku paham tentang perempuan karena perempuan bukan barang tapi juga hamba Allah yang punya kepentingan yang sama. Keluarga ditangan lelaki itu tak benar tapi kenapa lelaki sering memegang kendali dan sering sok mengatur padahal tak punya kontribusi apa-apa dalam keluarga.
Pengembaraanku pada sebuah keluarga ini membuat aku makin paham tentang segalanya bahwa cinta nggak semudah yang aku bayangkan. Hanya luapan tetesan air mata aku berikan padamu perempuan bahwa ini pilihan dan aku yakin kamu telah siap menerima segala nya sampai mengorbankan diri menjadi tulang punggung demi sebuah keluarga yang utuh. Perempuan sampai kapan akan termakan oleh cinta buta mereka. Cinta tak seindah masa muda, bersemi dan lalu gugur satu demi satu dan selalu akan dibawa angin satu demi satu,ini fitrah. Akibat cinta yang dibangun bukan atas cinta pada Nya, tapi cinta pada nafsu.